Pada minggu yang lalu, tepatnya Selasa, 16 September 2014 saya mengantar isteri untuk USG. Setelah proses USG selesai, kami menemui dokter. Upz, tanpa dinyana, ternyata isteri saya langsung disuruh opname hari itu juga karena Rabunya (17 September), isteri saya harus di operasi caesar. Hah ???????????
Kaget, senang, dan rasa tak percaya bercampur menjadi satu. Karena perkiraan lahir anak kami adalah tgl. 07 Oktober 2014. Hmmm.... Eng ing oong....
Singkat cerita, akhirnya isteri saya opname di RS Siaga Medika Banyumas. Dan pagi harinya jam 07.00 WIB isteri saya, dengan terburu-buru langsung dibawa ke ruang operasi. Kenapa ? Nah inilah yang akan saya bagi buat teman-teman semua. Siapa tahu, kelak dikemudian hari berguna, khususnya bagi pasangan suami isteri yang baru akan memiliki anak.
Baiklah, sebelumnya saya ceritakan dulu keadaan kehamilan isteri saya. Setelah di USG, diketahui bahwa anak kami dalam posisi sungsang (kepala berada dim posisi atas). Mengingat berat bayi diperkirakan telah mencapai 3 kg, maka diputuskanlah hari itu juga isteri saya untuk opname dan keesokan harinya akan dilakukan tindakan operasi guna mengeluarkan anak saya. Sebenarnya ada beberapa bayi yang lahir dengan normal, walaupun dalam keadaan sungsang. Namun, beberapa hari sebelumnya ada tetangga kami yang meninggal ketika sedang melahirkan. Posisi bayinya sungsang. Tinggal kepala si bayi yang belum keluar, tapi ibu muda itu tidak kuat dan akhirnya meninggal dunia. Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'uun.
Karena peristiwa itu, jujur saja saya dan isteri cukup takut. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan operasi sesuai dengan saran dokter agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kami inginkan.
Hari pertama di rumah sakit, kami lewatkan malam berdua di ruangan khusus. Rabu pagi, 17 September 2014 akhirnya tiba juga. Hari yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Hari dimana saya ingin melihat wajah anak pertama kami.
Ketika saya sedang makan pagi di kantin rumah sakit, waktu itu menunjukkan jam 07.oo WIB ( isteri saya saat itu bersama dengan kakak ipar saya ) tiba-tiba saja dengan terburu-buru langsung di bawa ke ruang operasi. Bahkan dokter yang belum datang ditelepon oleh salah satu perawat agar secepatnya menuju rumah sakit. Karena, ternyata...... air ketuban isteri saya keluar ketika buang air besar.
ceritanya, pagi itu isteri saya bolak balik ke WC. Saya selalu menuntun dan menemaninya. Nah, waktu buang air yang terakhir, isteri saya merasakan ada sesuatu yang keluar dengan cepatnya. Isteri saya sangat pucat sembari memegangi perutnya. Ia merasakan kalau anak yang di perutnya berputar-putar. Saya berusaha untuk menenangkan isteri saya.
Ternyata, yang keluar adalah air ketuban.... terima kasih ya Allah, anak kami tidak ikut keluar waktu air ketuban isteri saya keluar di WC.........
Saya dan isteri saya tidak tahu kalau yang keluar adalah air ketuban. Ketika saya sarapan, kakak ipar saya dengan tergopoh-gopoh menemui saya di kantin. Spontan saya langsung menuju ke depan ruang operasi isteri saya.
Setelah buang air yang terakhir, berdasarkan cerita isteri saya, ternyata si jabang bayi mau keluar. Dan perawat mengatakan kalau air ketuban isteri saya sudah pecah. Ada bercak merah, darah. Dan isteri saya merasakan anaknya mau keluar. Dengan cepat, maaf bagian..... isteri saya disumbat entah dengan apa, agar anak saya tidak langsung keluar.
Dengan terburu-buru isteri saya di bawa ke ruang operasi. Dokter yang mau melakukan operasi langsung ditelepon.
Dan sekitar jam 07.15 WIB akhirnya, lahirlah anak saya yang pertama. Laki-laki :)
Dari kejadian tersebut ada banyak hal yang bisa saya ambil hikmahnya.
Pertama, Lakukan semua saran dokter demi keselamatan ibu dan anak.
Kedua, Ketika isteri hamil tua, sebisa mungkin kalau mau buang air besar jangan langsung di WC atawa toilet. Lebih baik menyiapkan alat khusus untuk BAB. Ini untuk menghindari jika air ketuban keluar...
Nah, yang ketiga, Belajarlah tentang apa itu air ketuban. Kalau perlu, ketika sedang bersiap-siap melahirkan, mintalah ibu atau wanita yang berpengalaman dan tahu tentang seluk beluk kehamilan, bisa kakak ataupun saudara perempuan lainnya, untuk ikut mengawasi dan menunggui ibu yang sedang hamil.
Sekian semoga bermanfaat.....
Salam bahagia untuk teman-teman semua.... and.... WELCOME MY SON :)
Semoga menjadi anak yang beriman, bertaqwa, shalih, berilmu, menjunjung tinggi kalimat Allah SWT dimuka bumi, berguna bagi agama, masyarakat, bangsa, dan keluarga...
Amiin.....